erfins

Tuesday, October 10, 2006

LOGIKA KEESAAN TUHAN DAN PENEBUSAN DOSA



1. Apakah Tuhan itu ada ?
Tuhan itu pasti ada . Tubuh kita ini, bumi dan seiisinya, matahari, bulan, bintang hewan, tumbuhan semuanya ada karena pasti ada yang menciptakannya Dialah Tuhan Yang Maha Pencipta. Tuhan adalah pencipta dan pengatur alam semesta ini. Tuhan itu Maha Esa. Tuhan tidak mungkin lebih dari satu karena untuk menciptakan dan mengatur alam semesta ini jika ada lebih dari satu maka alam semesta ini tidak akan tercipta karena sebelum mencipta tuhan tuhan tersebut punya keinginan / konsep yang berbeda- beda.Ada yang ingin bumi itu bulat, ada yang ingin bentuknya lonjong, ada yang ingin segi empat dan sebagainya. Perbedaan ini akan menimbulkan pertentangan diantara tuhan. Mereka akan bekelahi / bertengkar dan saling bunuh untuk mempertahankan pendapatnya. Itu baru bumi belum lagi yang lain seperti matahari. bulan dlll. Jadi disini jelas bahwa Tuhan itu harus satu dan memang satu / Esa.
2. Lalu apakah sama tuhan yang satu dengan tuhan yang satu tapi terdiri dari dua atau tiga tuhanmisalnya ?
Tuhan itu harus murni 1 unsur, tidak ada embel - embel satu tuhan tapi terdiri dari tiga tuhan yang jadi satu kesatuan. Ini logika kurang benar. 1=1 dan 1 tidak sama dengan 3. kenapa ia tidak bisa dibilang Esa ? karena ia masih terdiri dari 3 unsur tuhan yang menyatu.Ini berarti ia tidak esa atau tidak murni karena terdiri dari lebih 1 unsur.
3. Apah tuhan itu punya anak ?
Tuhan tidak mungkin punya anak, jika dia punya anak siapa istrinya ? apakah istrinya itu tuhan juga. jika istrinya tuhan juga berarti disini sudah ada 2 tuhan yaitu tuhan bapak dan istrinya? dan jika dia punya anak tentulah ia anak tuhan dan sifatnya sama dengan tuhan. Dan anak tuhan itupun akan disebut tuhan karena dia anak tuhan dan punya sifat ketuahanan berarti disi sudah ada 3 tuhan, tuhan bapak, istrinya dan anaknya. Ini sudah menyalahi logika yaitu tuhan itu murni satu unsur sedangkan disini sudah ada tiga unsur tuhan. Jika ada 3 tuhan ini maka dunia ini akan hancur karena ke tiga tuhan ini pasti mempunya selera yang berbeda dalam mengatur alamsemesta. Jadi disini tidak mungkin tuhan itu ada tuhan bapa, tuhan anak, tuhan istri dsb. Yang ada adalah Dia Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan yang murni terdiri dari satu unsur. Yang tidak beranak dan diperanakkan.
4. Mungkinkah tuhan menjelma menjadi manusia ?
Untuk apa tuhan menjelma menjadi manusia. Tuhan Maha Besar. Tuhan tidak mungkin menjelma menjadi manusia karena jika itu terjadi maka sifat ketuhannnya akan hilang dan dengan sendirinya ia meredahkan kedudukannya menjadi manusia.Tuhan itu Maha Besar dan Maha Pencipta jika ia ingin membuat suatu ciptaan ia hanya mengatakan jadilah maka jadilah ia. Jika ia menjadi manusia berarti ia manusia bukan tuhan. Lalu jika ia menjelma menjadi manusia lalu siapa yang mengatur alam semesta ini ? karena tuhan telah menjelma jadi manusia. Jadi tidak bisa kita katakan ia tuhan karena ia menjelma jadi manusia. Bagaimana jika ia mempunyai kelebihan / mukjijat yang hebat ? mukjijat yang hebat itu adalah dari Tuhan yang Maha Kuasa walaupun manusia itu punya mukjijat bukan berarti ia tuhan. Contonya Nabi Musa banyak mukjijatnya tapi dia tidak boleh kita dibilang tuhan. Nabi Adam lahir tanpa ibu dan bapak ini lebih luar biasa lagi tetapi kita tidak boleh mengatakan Adam itu tuhan.
5. Apaka dosa yang kita kerjakan akan ditebus oleh manusia lain atau tuhan yang menjelma jadi manusia ?
Pernyataan ini tidak benar sama sekali. Jelas dosa tidak bisa tanggung oleh pihak lain. Logika didunia saja jika Jika kita membunuh orang maka kita yang akan menanggung akibatnya, mungkin dipenjara atau dihukum mati. Tidak mungkin orang lain yang menanggungnya. Jika kita bekerja pada majikan maka gaji kita yang terima bukan orang lain, begitu juga jika kita mencuri di perusahan dan ketahuan maka yang dipecat adalah kita bukan orang lain dan orang lain tentu tidak mau dipecat karena kesalahan kita. Begitu juga dosa jika kita berbuat dosa maka kitalah yang menangungnya, jika kita berbuat kabaikan maka pahalanya untuk kita, itulah yang benar dan adail. Jika dosa bisa ditanggung orang lain maka dunia ini akan hancur karena semua manusuia tidak takut berbuat dosa karena dosanya nanti akan ditanggung orang lain.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home